Jangan biarkan pengapuran tulang begitu saja karena bisa membatasi aktivitas sehari-hari Anda secara signifikan. Fisioterapi hadir sebagai solusi untuk mengembalikan performa dan kesehatan tulang bagi penderita osteoarthritis atau pengapuran tulang. Simak lebih lanjut seputar fisioterapi untuk pengapuran tulang pada pembahasan kali ini.
Lebih dari sekadar
mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri oleh penderita osteoarthritis, fisioterapi
bertujuan mengembalikan kualitas hidup mereka juga. Jika terapi disiplin
diterapkan, fisioterapi bisa memberikan hasil baik untuk jangka panjang dan
berikut beberapa manfaat penting dari fisioterapi osteoarthritis.
Akibat dari pengapuran
tulang, bisa menyebabkan pembengkakan dan itu bisa diantisipasi dengan
fisioterapi. Lalu, metode apa yang bisa diterapkan untuk mengurangi
pembengkakan tersebut?
Bisa dengan metode
stimulasi listrik atau pijat fisioterapi. Jika peradangan sendi berkurang, maka
pemulihan bisa lebih cepat.
Otot yang kuat begitu
penting untuk aktivitas sehari-hari. Osteoarthritis membuat otot penderitanya
lemah sehingga tidak bisa digunakan normal seperti biasanya. Fisioterapi mampu
melatih otot terutama di bagian sendi yang bermasalah.
Pengembangan otot
tersebut mampu mengurangi tekanan berlebihan di bagian sendi. Lalu, pada
akhirnya kartilago tetap aman dari tekanan dan bisa terhindar dari kerusakan.
Salah satu faktor
utama yang mempengaruhi mobilitas adalah keseimbangan tubuh. Pengapuran tulang
bisa menyebabkan koordinasi tubuh berkurang. Untungnya, salah satu fokus dari
fisioterapi adalah membuat tubuh pasien seimbang kembali.
Jika fisioterapi tidak
segera dilakukan, khawatirnya tubuh akan lebih mudah terjatuh yang pada
akhirnya menyebabkan cedera.
Pengapuran tulang
membuat bagian yang terdampak terasa tidak nyaman dan sering kali nyeri. Ada
beberapa metode fisioterapi untuk osteoarthritis termasuk latihan memperkuat
otot, terapi dingin dan terapi panas. Tujuannya adalah rasa nyeri bisa mereda
dan otot tidak terlalu tegang.
Dalam program
fisioterapi, melatih gerakan anggota tubuh sangatlah penting. Untuk program
fisioterapi osteoarthritis, salah satu fokusnya adalah mobilitas sendi agar
rentang geraknya lebih fleksibel. Tentunya dibutuhkan latihan disiplin supaya
fungsi sendi kembali optimal dan sehat.
Ada sisi personalisasi
tersendiri dalam fisioterapi yang dapat menyesuaikan kondisi pasien supaya
hasilnya efektif. Berbeda dengan metode medis lain yang mungkin invasif,
fisioterapi ini bisa mengatasi osteoarthritis secara non-invasif sehingga lebih
rendah risiko. Fokus manfaat fisioterapi adalah memulihkan fungsi tubuh,
mobilitas pasien dan mengurangi rasa nyeri.
Dalam prosesnya,
fisioterapi tidak memerlukan konsumsi obat secara intens maupun jangka panjang.
Tidak ada juga prosedur operasi, hanya latihan terstruktur dan alat-alat bantu.
Secara umum, obat yang bisa mengatasi osteoarthritis itu tidak ada dan fisioterapi
hadir sebagai solusi yang efektif tapi aman. Fisioterapi mampu meredakan nyeri
dan mengelola gejala-gejala lainnya.
Sebelum menentukan
metode fisioterapi, dokter atau terapis akan menilai kondisi pasien terlebih
dahulu. Setidaknya aspek-aspek berikut akan dinilai terlebih dahulu sebelum
terapi dimulai:
·
Riwayat medis; jika ada penyakit,
dicatat berapa lama diderita dan gejalanya
·
Pola gerak atau rentang gerak; pada
bagian yang terdampak
·
Level nyeri
·
Kondisi sendi, dan lain sebagainya
Melalui pemeriksaan
ini, terapis bisa paham bagaimana pasien terhambat dengan kegiatan sehari-hari.
Misalnya susah saat berdiri ke duduk atau menaiki tangga. Memang ada banyak
aspek dinilai karena tujuannya supaya tindakan bisa relevan atau personal.
Area sendi terdampak
untuk tiap pasien juga bisa berbeda-beda. Dokter atau terapis bisa memilih
jenis tindakan apa yang diutamakan terlebih dahulu. Misalnya rasa nyerinya di
atasi terlebih dahulu baru selanjutnya terapi untuk mengembalikan fungsi
mobilitas pasien.
Fisioterapi
osteoarthritis itu sendiri identik dengan berlatih gerakan-gerakan. Dokter bisa
lebih mudah menyusun latihan tersebut jika ada data yang cukup terkait kondisi
pasien. Pasien juga bisa mengetahui bagaimana kondisi fisik mereka lebih jelas.
Untuk tahap awal ini,
pasien akan dipandu untuk melakukan beberapa gerakan. Pasien akan menggerakkan
tempurung lututnya ke sekeliling arah. Tujuannya untuk meminimalisir nyeri,
menambah pelumas alami dan memperbaiki performa gerakan sendi.
Gerakan ini jika
dilakukan secara disiplin dan aman, fungsi sendiri bisa kembali memulih dan
nyeri semakin berkurang. Penting untuk menjaga gerakan tempurung lutut secara
terkontrol dan lembut; bukan secara intens. Fisioterapis nantinya akan memandu
langsung gerakan.
Gerakan-gerakan yang
disarankan fisioterapis akan meredakan ketegangan otot dan mempercepat aliran
darah menuju area terdampak. Terapis mungkin akan melakukan pijatan tertentu
untuk memaksimalkan hasilnya.
Ada beberapa alat atau
metode tambahan yang bisa meningkatkan manfaat fisioterapi. Salah satunya
adalah MVD; inilah alat penghasil gelombang mikro panas yang bisa memancar
untuk bagian dalam tubuh pasien. Tujuan MVD ini adalah meminimalisir nyeri,
meningkatkan fleksibilitas sendi dan memperlancar sirkulasi darah.
Ulrasound mengandalkan
gelombang suara berfrekuensi tinggi. Gelombang suara ini bisa merangsang fungsi
tubuh hingga ke jaringan dalam sehingga dapat mendukung sirkulasi darah pasien.
Terapi ultrasound bisa mengatasi inflamasi pada jaringan lunak sehingga bisa
mempercepat pemulihan.
Sementara TENS
merupakan metode impuls listrik pada tingkat ringan; hanya bertujuan
meminimalisir sakit dan merangsang saraf saja. TENS merangsang produksi
endorfin yang bisa meredakan rasa sakit sekaligus menghalangi sinyal sakit itu
sendiri. Ya, fokus utama TENS di sini adalah meredakan nyeri atau sakit; salah
satu tujuan utama fisioterapi.
Tahap terakhir dari
fisioterapi osteoarthritis adalah latihan tambahan yang dipersonalisasi sesuai
kebutuhan dan kondisi pasien. Beberapa fokusnya termasuk keseimbangan tubuh, keleluasaan
bergerak/ fleksibilitas dan kekuatan otot. Pasien perlu bergerak tanpa terbatas
dan kaku seperti sebelumnya.
Otot mereka harus
diperkuat supaya sendi yang bermasalah bisa ditopang. Program latihan
berkelanjutan ini disesuaikan secara fungsional. Tenaga medis akan memahami
terlebih dahulu apa saja hal yang dilakukan pasien sehari-harinya.
Dengan begitu,
dokter/terapis bisa menentukan program yang terorganisir dan terarah. Meski ini
adalah tahapan pasca tindakan fisioterapi utama, dampaknya tidak kalah
penting.
Ada beberapa upaya
tambahan yang perlu dipahami pasien juga agar pemulihan tubuh dari pengapuran
tulang bisa lebih cepat. Berikut beberapa di antaranya:
Pada awal-awal fase
pemulihan, lebih baik sering menggunakan alat bantu untuk meringankan beban ke
sendi dan otot. Anda bisa tanya juga ke dokter, alat bantu seperti apa yang
paling sesuai dengan aktivitas Anda. Umumnya, fase pemulihan awal tidak boleh
ada aktivitas berat.
Meski pun Anda
melakukan kegiatan ringan pun, disarankan memakai alat bantu. Hal yang lebih
utama adalah pemulihan terlebih dahulu. Setelah kondisi membaik, Anda baru bisa
kembali produktif. Bukan hanya berlaku setelah fisioterapi, tips ini berlaku
juga sebelumnya.
Jika timbul rasa nyeri
hebat, Anda bisa siapkan kompres (hangat/dingin). Kedua kompres ini sebenarnya
punya manfaat masing-masing sehingga bisa gunakan keduanya. Air dingin bisa
meredakan gejala radang seperti rasa nyeri dan bengkak. Sementara kompres
hangat dapat memulihkan otot yang kram dan kaku.
Bagi yang menderita
osteoarthritis, lebih baik hindari asupan kalori terlebih dahulu. Pengapuran
tulang bisa lebih parah jika ada lebih banyak beban. Berat badan Anda harus
dijaga sebaik mungkin supaya tidak terlalu membebani sendi yang sedang
bermasalah.
Tungkai sendi biasanya
yang paling dipengaruhi oleh obesitas. Bagian ini yang bekerja keras menopang
berat badan berlebih. Karena tidak bisa mengupayakan olahraga, Anda bisa coba
menurunkan berat badan dengan membatasi asupan-asupan tertentu.
Meski aktivitas fisik
harus dihindari bahkan disarankan untuk sering memakai alat bantu, ada jenis
olahraga tertentu yang masih bisa dipertimbangkan. Contohnya adalah berenang,
olahraga ini tidak terlalu membebani otot dan sendi kita. Semakin sering berenang,
otot kita semakin kuat dan terbiasa menahan beban.
Berjalan kaki juga
sebenarnya direkomendasikan tapi perhatikan jaraknya, jangan terlalu
dipaksakan. Jika ada sepeda statis di rumah, gunakan itu sebagai opsi olahraga
lebih aman untuk penderita pengapuran tulang. Anda harus kelola waktu
beraktivitas fisik Anda, jika terlalu intens, bisa saja memperburuk
kondisi.
Setelah pemeriksaan
osteoarthritis atau fisioterapi, Anda biasanya akan diberikan obat-obat
tertentu. Beberapa obat ditujukan untuk mengelola gejala sehingga jangan lupa
diminum agar Anda tetap bisa nyaman beraktivitas.
Physiorehab merupakan
klinik yang menyediakan layanan fisioterapi
profesional di Jakarta; siap mengatasi
permasalahan tulang dan sendi Anda termasuk pengapuran. Physiorehab memiliki
metode fisioterapi ortopedi dan geriatri. Fisioterapi ortopedi fokus pada
muskuloskeletal yang berarti selain pengapuran, cocok juga untuk nyeri
punggung, cedera ligamen dan patah tulang.
Dengan fisioterapi
ortopedi ini, nyeri dan radang yang dialami pasien bisa berkurang. Sendi dan
otot mereka juga bisa lebih kuat dan fleksibel. Sementara fisioterapi geriatri
lebih difokuskan pada gangguan sendi/otot/tulang yang dialami para lansia termasuk
osteoporosis dan arthritis.
Menjalani prosedur
fisioterapi ini bisa mengembalikan kesejahteraan hidup para lansia. Kualitas
hidup mereka bisa tetap terjaga karena mobilitas sehari-hari bisa kembali
optimal.
1. Apakah boleh
memijat pengapuran tulang?
Meski boleh saja
dipijat, tapi jangan sembarangan. Hindari menekan terlalu keras di bagian sendi
terkait untuk mencegah salah urut yang bisa memperburuk kondisi.
2. Bolehkah setiap
hari melakukan fisioterapi?
Fisioterapi sebaiknya
dibatasi 2 atau 3 kali per minggu karena saraf dan otot kita tetap butuh waktu
cukup untuk pemulihan. Kebutuhan fisioterapi bisa berbeda-beda tergantung
keparahan kondisi.
3. Adakah pantangan
untuk osteoarthritis/ pengapuran tulang?
Ya, hindari makanan
yang terlalu banyak garam, gula dan lemak trans. Tunda juga aktivitas fisik
yang terlalu berat karena sendi tidak boleh bekerja terlalu keras terlebih
dahulu.
4. Apa vitamin yang
disarankan untuk osteoarthritis?
Vitamin K2 dinilai
sebagai salah satu jenis vitamin yang disarankan untuk pasien pengapuran
tulang.
Apa saran aktivitas
fisik untuk pasien osteoarthritis?
Pilih aktivitas low-impact
terutama yang bisa mencegah kekakuan, menguatkan otot penyangga dan
meningkatkan kelenturan.
5. Apa saran tindakan
untuk mengatasi pengapuran tulang?
Fisioterapi, konsumsi
NSAID dan suntik steroid sering diandalkan untuk pasien tendinitis
kalsifikasi.
6. Seberapa efektif
fisioterapi untuk mengatasi pengapuran?
Fisioterapi bisa menangani masalah pengapuran secara efektif dengan mengoptimalkan kembali fungsi sendi, menguatkan otot penopang (pengurangan tekanan), dan meredakan sendi.