Fisioterapi menjadi solusi tepat bagi mereka yang telah melakukan operasi TKR atau ganti sendi lutut. Fisioterapi ini yang akan menjadi perawatan lanjutan untuk pasien. Lalu apa yang dimaksud fisioterapi di sini?
Mudahnya bisa seperti
latihan menggerakkan sendi lutut seperti meluruskan dan menekuk. Tujuannya agar
otot di sekitarnya kembali kuat, pasien bisa lebih terbiasa dan pada akhirnya
fungsional tubuh kembali utuh.
Fisioterapi menjadi
kebutuhan bagi mereka yang ingin memulihkan sendi, otot atau tulang karena
kondisi tertentu. Bagi yang telah melakukan operasi TKR, fisioterapi bisa
sangat membantu pemulihan. Fisioterapi sebenarnya bisa saja dilakukan sebelum
maupun pasca TKR.
Fisioterapi sebelum
terapi bisa membuat kondisi pasien lebih siap dengan operasinya. Fisioterapi
pra-operasi dapat menghindari kekakuan lutut yang penting dipastikan sebelum
operasi. Operasi ganti sendi lutut atau TKR itu sendiri memerlukan pengangkatan
bagian kartilago dan tulang yang tidak dalam kondisi baik.
TKR bisa membuat
pasien leluasa beraktivitas kembali. Operasi ini mengurangi gejala sakit/nyeri
dan mengembalikan performa gerak lutut. Secara umum, TKR cenderung sukses
memulihkan kondisi lutut pasien. Meski begitu, diperlukan upaya tertentu
setelahnya untuk memaksimalkan pergerakan lutut setelah operasi.
Upaya ini yang disebut
fisioterapi dan fungsinya begitu penting untuk pemulihan optimal pasca TKR.
Lutut harus leluasa dan nyaman digerakkan kembali sehingga fisioterapi begitu
dibutuhkan untuk pasien. Fisioterapi bisa disebut juga terapi rehabilitasi setelah
operasi yang mampu membuat fungsi lutut kembali utuh.
Nyeri karena pasca
operasi sering kali membuat tidak nyaman. Salah satu tujuan dilakukan
fisioterapi adalah untuk meminimalisir nyeri itu. Metode fisioterapi seperti
olahraga ringan diperlukan untuk membentuk otot.
Jika otot mulai
terbentuk, bisa menopang beban lebih baik. Sendi atau bagian yang sedang dalam
proses pemulihan tidak perlu bekerja keras menopang beban tersebut. Aktivitas
fisik ini juga bisa memperlancar aliran oksigen dan darah sehingga bisa
mempercepat recovery.
Luka bisa cepat kering
dan jaringan bisa cepat sembuh. Meski begitu aktivitas fisik yang dipilih harus
sesuai dengan kondisi. Dokter biasanya menyarankan jenis olahraga relevan
berdasarkan kondisi pasien yang sudah dicatat sebelumnya dari pemeriksaan awal.
Setelah operasi ganti
lutut, koordinasi tubuh mungkin berkurang. Alasan utamanya karena Anda harus
memakai sendi yang baru dan harus familiar agar bisa digunakan dengan baik.
Fisioterapi ditujukan agar Anda cepat terbiasa dengan bagian tubuh baru
tersebut.
Program latihan
dilakukan setiap hari sesuai dengan saran fisioterapis. Jika latihan tersebut
rutin dilakukan, Anda bisa lebih cepat mendapatkan koordinasi tubuh yang normal
kembali. Perlu diperhatikan bahwa transisi ini bisa berbeda tiap pasien.
Praktik fisioterapi perlu diterapkan secara disiplin agar Anda bisa berkegiatan
normal seperti biasa lagi.
Dokter menyarankan
beberapa aktivitas atau gerakan rutin yang harus dilakukan pasien agar hasil
dari operasi bisa maksimal. Fokus dokter atau fisioterapis biasanya agar sendi
baru ini mampu berfungsi optimal. Jika saran latihan dari fisioterapis tersebut
tidak rutin diterapkan, khawatirnya hasil tidak sesuai harapan.
Bisa dari kondisi yang
memburuk atau tidak pulih-pulih sesuai estimasi yang seharusnya. Atas
alasan-alasan tersebut, kita bisa tahu kalau fisioterapi harus hadir dan perlu
memadai juga. Tanpa fisioterapi, ada berbagai risiko yang perlu dihadapi bisa
dari fungsi tubuh menurun, nyeri berkepanjangan dan pemulihan yang terlalu
lama.
Fisioterapi perlu
dilakukan bertahap-tahap dan terorganisir; mulai dari pengelolaan nyeri,
pemulihan dasar, pengembalian fungsional hingga penguatan otot. Tahap-tahap ini
harus terstruktur agar pemulihan bisa lebih cepat dan optimal. Misalnya jika
pemulihan fungsional tidak dibarengi manajemen nyeri terlebih dahulu, tidak
akan nyaman bagi pasien.
Tujuan akhirnya adalah
lutut yang baru ini bisa dipakai sebagaimana mestinya. Setiap tahapannya harus
diperhatikan dengan baik karena punya kegunaan krusial masing-masing.
Di fase awal, pasien
harus memahami seputar peradangan dan manajemen nyeri. Fisioterapis nantinya
akan memberi saran untuk itu mulai dari yang sederhana seperti kompres hingga
yang canggih seperti menggunakan ultrasound. Pasien juga akan melakukan gerakan-gerakan
tertentu secara berulang.
Tapi hanya gerakan
pasif saja secara lembut. Tujuannya agar lutut baru ini tidak terlalu kaku
setelah dioperasi. Setelah melakukan gerakan pasif berulang kali, fisioterapis
biasanya menyarankan gerakan lain untuk penguatan otot tapi tidak terlalu
intens. Ini diperlukan agar otot tubuh punya kesiapan dasar sebelum pemulihan
lanjutan.
Dalam tahap awal ini,
fokusnya baru ke peradangan saja. Kalau pembengkakan sudah dikelola dengan
baik, lanjut mengatasi lutut yang masih kaku.
Inilah tahap krusial
yang butuh waktu berminggu-minggu pasca ganti lutut. Fisioterapis akan
memberikan program latihan untuk memperluas kemampuan fungsional agar mobilitas
pasien lebih leluasa. Tahap ini juga fokus memperkuat otot sehingga lebih
intens dari tahap sebelumnya.
Bagian-bagian otot
yang difokuskan adalah area sekitar lutut itu sendiri termasuk quadriceps
(paha). Gerakan ringan yang direkomendasikan adalah mengangkat kaki dan squat
parsial. Anda juga bisa latihan berjalan kaki pada tahap ini; gunakan alat
bantu (walker/tongkat) disarankan terutama untuk minggu-minggu pertama.
Tujuan dari
fisioterapi ini adalah membantu pasien terbiasa lagi dengan jalan kaki,
meningkatkan koordinasi tubuh dan memperkuat otot dasar.
Pada tahap ini, Anda
mulai mencoba beraktivitas seperti biasanya. Biasanya pasien mulai mencoba
kegiatan sehari-hari setelah 7-12 minggu pasca operasi ganti sendi lutut. Di
minggu-minggu ini, Anda mulai mengembalikan performa tubuh agar bisa
berkegiatan seperti biasanya.
Dengan kata lain, Anda
akan berjalan kaki tanpa alat bantu. Setelah terbiasa, coba latihan
menyeimbangkan diri. Jaga badan tetap stabil misal sambil mengangkat sedikit
satu kaki. Latihan transisi lainnya yang lebih intens yaitu menaiki dan
menuruni tangga.
Bukan hanya bisa
membuat Anda lebih terbiasa berjalan tapi juga agar otot kaki lebih kuat
menopang beban tubuh. Setelah tahap fisioterapi ini, Anda mulai berani
beraktivitas dan pada akhirnya lebih produktif.
Aktivitas fisik
lanjutan yang dimaksud yaitu olahraga seperti berenang, senam, jalan cepat
hingga bersepeda. Fungsinya agar stamina Anda bisa kembali normal yang penting
agar bisa bekerja kembali. Program fisioterapi yang satu ini diterapkan setelah
3-6 bulan operasi.
Dalam rentang bulan
ini, Anda tidak perlu khawatir untuk menggerakkan lutut lebih intens. Jika
tahap ini sukses, Anda bisa mendapatkan kembali fleksibilitas lutut, kekuatan
otot dan kebugaran tubuh.
Target fisioterapi
lebih baik untuk jangka panjang agar pemulihan bisa maksimal. Program
latihannya itu sendiri akan disusun oleh fisioterapis. Jenis latihannya akan
menyesuaikan pasien terkait, berdasarkan fisik, riwayat medis dan kondisi pasca
operasi.
Sekarang, Anda harus
tahu klinik fisioterapi mana yang harus dipilih. Bagi Anda yang sedang mencari klinik
fisioterapi terbaik di Jakarta, Physiorehab bisa
menjadi pilihan klinik yang tepat. Klinik ini ditenagai para profesional di
bidangnya.
Tim fisioterapis di
klinik ini sudah berpengalaman menangani pasien TKR, osteoarthritis dan masalah
sendi lainnya. Mereka juga tersertifikasi sehingga dipastikan mampu melakukan
terapi sesuai standar medis yang ketat. Fisioterapis di Physiorehab mengutamakan
keamanan prosedur dan pendekatan berdasarkan evidence agar semakin
terjamin hasilnya.
Mereka akan
menyesuaikan kondisi tiap pasien yang bisa berbeda-beda lalu menentukan
tindakan yang paling relevan. Lebih dari itu, Physiorehab juga merupakan klinik
fisioterapi modern dengan peralatan dan fasilitas yang lengkap. Perpaduan
teknik terapi yang efektif dengan alat modern, dan teknologi canggih bisa
mempercepat pemulihan pasien.
Layanan fisioterapi
yang tersedia termasuk terapi pemulihan cedera, pasca operasi, umum, dan
geriatri. Semuanya dilakukan berdasarkan standar-standar kualitas layanan
medis. Klinik Physiorehab memiliki lokasi yang strategis juga di Jakarta dan
daerah lainnya sehingga mudah dijangkau oleh pasien.
Fisioterapi punya
peran krusial dalam pemulihan pasien operasi TKR atau pergantian sendi lutut.
Fisioterapi membuat lutut pasien cepat pulih sehingga bisa digunakan seperti
seharusnya. Fisioterapi bisa dilakukan secara manual melalui gerakan-gerakan
yang disarankan fisioterapis dan bisa dengan bantuan alat-alat.
Alat medis yang
digunakan untuk fisioterapi bisa seperti perangkat ultrasound, MVD dan TENS.
Berikut beberapa manfaat utama fisioterapi pasca ganti sendi lutut:
·
Mengembalikan koordinasi atau
keseimbangan tubuh
·
Meningkatkan fleksibilitas/ mengatasi
kekakuan otot dan sendi
·
Meminimalisir rasa nyeri/sakit
·
Melancarkan sirkulasi darah
·
Menguatkan sendi dan otot-otot
pendukung sendi
·
Mengurangi pembengkakan/peradangan
·
Meningkatkan kemampuan fungsional tubuh
sesuai kegiatan sehari-hari
Untuk memaksimalkan
program fisioterapi, Anda bisa dapatkan bantuan dari profesional medis.
Pilihlah klinik atau fisioterapis yang sudah berpengalaman serta menyediakan
alat fisioterapi yang canggih dan lengkap.
1. Apa fokus
fisioterapi setelah penggantian lutut?
Pasca operasi ganti
lutut, fisioterapi harus fokus pada peregangan otot, penguatan otot seperti
pada bagian pergelangan kaki, pinggul dan sekitar lutut.
2. Apakah melakukan
fisioterapi lutut lama?
Jika hanya cedera
ringan seperti keseleo, fisioterapi bisa berlangsung 2-6 minggu saja. Tapi
kalau ada dislokasi atau robekan, butuh 3-4 bulan dan bisa sampai 6-12 bulan
untuk pasca operasi TKL atau ACL.
3. Apa saran terapi
pasca ganti sendi lutut?
Sering-seringlah
meluruskan lutut atau melakukan latihan peregangan. Coba juga untuk melatih
tekukan atau fleksibilitas untuk mempercepat pemulihan secara alami.
4. Berapa lama bisa
menekuk lutut kembali setelah operasi?
Lutut bisa mulai
ditekuk setelah 1-3 hari tapi untuk pulih maksimal, perlu menunggu 3-6 bulan.
Kecepatan pemulihan akan bergantung pada kedisiplinan terapi.
5. Berapa kali
fisioterapi setelah ganti sendi lutut?
Sebagai patokan, saran
terapis adalah jalan kaki 30 menit sebanyak 2/3 kali per hari dan aktivitas
fisik 20-30 menit per hari.
6. Bagaimana
fisioterapi lutut itu?
Inilah tindakan medis
tanpa bedah yang bisa mengandalkan latihan terorganisir, ultrasound, stimulasi
listrik, terapi dingin atau terapi panas. Tujuannya untuk peningkatan
fleksibilitas sendi, penguatan otot paha dan pemulihan mobilitas lainnya.
7. Adakah yang perlu
dihindari saat terapi lutut?
Gerakan seperti
melompat dan berlari kencang atau gerakan yang memberi tekanan banyak pada
lutut harus dihindari karena bisa memperparah kondisi.